Reformasi Hidup Kristen

Pemula mulai disini akan diajari cara bisnis internet

Reformed adalah satu arah, satu gerakan. Saat dalam gereja ada ajaran yang belum pernah diajarkan dalam Alkitab. Milik siapakah reformasi? Milik seluruh gereja, tubuh Kristus. Gereja yang kudus dan am. Apa itu am? Am itu berarti universal.

Secara sifat, gereja adalah tubuh Kristus yang suci. Secara wilayah, gereja mencakup lintas benua, di seluruh dunia. Ini namanya gereja. Maka reformasi bukan milik Gereja Reformed Injili, bukan milik gereja Katolik, tetapi milik semua gereja. Karena itu tubuh Kristus harus punya semangat kembali kepada ajaran yang murni. Untuk mau kembali perlu ada kepekaan melihat apa yang tidak beres.

Reformasi membenahi, mengoreksi, membawa kembali ajaran yang menyeleweng kepada ajaran yang asli dan Alkitab. Karena itu reformasi dimiliki oleh semua orang Kristen. Maka gereja Reformed Injili mengundang semua gereja untuk ikut konferensi di sini. Ini adalah konferensi bagi semua orang untuk mempelajari semangat reformasi. Kami tidak sembunyi-sembunyi di balik layar.

Ini adalah khotbah dan teologi dan semangat Reformed Injili. Untuk menjadi anggota atau tidak, itu kebebasanmu, tetapi kami tidak menyembunyikan diri bahwa ini adalah retreat dari Reformed Injili bagi semua orang yang mau kembali kepada Alkitab.National Reformed Evangelical World Convention (NREWC) adalah bagi pendeta-pendeta, penatua, guru SM, semua pelayan-pelayan yang mau dapat dorongan semangat visi dan api dari Reformed Injili. NREYC adalah bagi para pemuda.

Retreat ini ada bagian pleno, yaitu menularkan spirit untuk berjuang. Pelayanan kita memerlukan fighting spirit dan offensive spirit berperang bagi pekerjaan Tuhan. Semua sesi yang ada adalah untuk menegakkan iman sebagai tonggak yang kuat untuk pelayanan. Pelayanan tanpa iman adalah hanya sibuk-sibuk saja tanpa ada tujuan yang jelas.

Karena itu iman, pengetahuan, dan pelayanan harus berjalan bersama-sama sebab kita tahu, siapa yang kita percayai dan siapa yang akan memimpin kita dalam pelayanan yaitu Yesus Kristus. Selama lima tahun kita akan memakai tema ini untuk membentuk orang-orang yang bila dilihat oleh orang sekitar sebagai orang Kristen sejati. This group of people is applying what they know and what they believe in their whole life.

2 Komentar

Filed under Nats Rohani

2 responses to “Reformasi Hidup Kristen

  1. Kenaikan Surga

    Kenaikan ke surga.

    A) Hal-hal yang terjadi pada waktu Kristus naik ke surga.

    1) Perpindahan tempat.

    Tentang ‘ascension’ / ‘kenaikan Kristus ke surga’, Charles Hodge berkata sebagai berikut:

    Itu merupakan perpindahan tempat dari pribadiNya dari satu tempat ke tempat lain; dari bumi ke surga. Karena itu, surga adalah suatu tempat. … Jika Kristus mempunyai tubuh yang sungguh-sungguh, tubuh itu harus menempati suatu ruangan / tempat tertentu. Dan dimana Kristus ada, di situlah surga orang kristen – ‘Systematic Theology’, Vol II, hal 630, 631.

    Kenaikan ini harus dipahami sebagai perubahan tempat. Dalam hakekat manusiaNya, Kristus meninggalkan bumi dan pergi ke surga baik tubuh dan jiwaNya. Setelah kenaikanNya maka menurut hakekat manusiaNya Ia tidak lagi di bumi tetapi hanya di surga. Ini harus ditekankan khususnya menghadapi golongan Lutheran, yang mengajarkan apa yang disebut kemaha-adaan dari hakekat manusia Kristus setelah kebangkitan dan kenaikanNya ke surga – ‘Reformed Dogmatics’, hal 420.

    Surga adalah tempat yang tertentu, dan bukan semata-mata merupakan suatu kondisi / keadaan – ‘Reformed Dogmatics’, hal 422.

    2) Perubahan / pemuliaan lebih lanjut pada hakekat manusia Kristus.

    Perubahan / pemuliaan itu dimulai pada saat kebangkitanNya dan disempurnakan pada waktu kenaikanNya ke surga.

    Untuk ini perhatikan ayat-ayat di bawah ini:

    Yoh 7:39 – “Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan”.

    Kata ‘dimuliakan’ di sini jelas menunjuk pada kenaikan ke surga (bdk. Yoh 16:7).

    Kis 9:3-5 Kis 22:6-8 Kis 26:12-15 Wah 1:12-16 menunjukkan bahwa pada waktu Paulus dan Yohanes melihat Yesus (ini terjadi setelah Yesus naik ke surga), Yesusnya jauh lebih mulia dari pada waktu Ia sudah bangkit tetapi belum naik ke surga.

    B) Fungsi kenaikan Kristus ke surga.

    1) Untuk menunjukkan bahwa misiNya untuk menebus dosa kita sudah selesai.

    Yoh 17:4-5 – “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukanNya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku padaMu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadiratMu sebelum dunia ada”.

    Jadi, ayat di atas ini menunjukkan bahwa penyelesaian pekerjaan dijadikan dasar oleh Yesus untuk meminta Bapa mempermuliakan diriNya.

    Bapa, yang mengutus Yesus untuk turun ke dunia dan mem­bereskan dosa manusia, pasti tidak akan mau menerima Yesus kembali di surga / mempermuliakan Yesus, kalau misi / pekerjaan Yesus itu belum selesai. Jadi, andaikata ada satu dosa saja dari orang pilihan yang belum dibereskan oleh Yesus, maka Ia tidak mungkin diterima oleh Bapa. Bahwa Bapa menerima Yesus kembali di surga / mempermuliakan Yesus, menunjukkan bahwa misi penebusan dosa manusia itu memang sudah sele­sai.

    Jadi, sama seperti kebangkitan, maka kenaikan Yesus ke surga juga merupakan fakta / faktor yang menjamin kesela­matan orang percaya.

    2) Untuk mempersiapkan tempat di surga bagi kita yang percaya kepadaNya.

    Yoh 14:2-3: “Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada”.

    Perlu diingat bahwa tempat yang Ia siapkan di surga bagi kita itu juga tergantung dari kehidupan kita. Dengan percaya kepada Yesus, bisa dikatakan kita sudah mempunyai kavling / tanah di surga. Tetapi bagaimana bangunan rumah kita di surga itu, tergantung dari kehidupan kita.

    Wah 22:12 – “… Aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya” (bdk. Maz 28:4 Yer 17:10 Wah 20:12).

    Dari semua ayat-ayat ini terlihat bahwa baik dalam menghukum, maupun dalam memberi pahala, Tuhan memberikannya menurut perbuatan / kehidupan orangnya masing-masing (berbeda satu dengan yang lain). Keadilan Allah mengharuskan Ia melakukan hal ini!

    Kehidupan kita sebanding dengan bahan bangunan yang kita kirimkan kepada Yesus untuk membangun rumah kita di surga. Karena itu, makin kita beriman, saleh, melayani Dia dsb, makin bagus rumah kita si surga nanti. Sebaliknya, kalau saudara asal percaya kepada Yesus, dan dalam dunia ini terus hidup untuk hal-hal duniawi saja, jangan kaget kalau di surga nanti saudara hanya tinggal di tenda!

    Tetapi di sana akan ada tingkat-tingkat yang berbeda, baik tentang kebahagiaan di surga maupun hukuman di neraka. Dan tingkat-tingkat ini akan ditentukan oleh apa yang dilakukan dalam daging, Mat 11:22,24; Luk 12:47-48; 20:47; Dan 12:3; 2Kor 9:6 – ‘Systematic Theology’, hal 733-734.

    3) Untuk menunjukkan bahwa kita yang percaya kepadaNya juga akan naik ke surga (Yoh 14:2-3 Yoh 17:24 Ef 2:6).

    Sama seperti kebangkitanNya, demikian juga kenaikanNya ke surga merupakan pola yang akan diikuti oleh semua orang yang percaya kepadaNya.

    Herman Hoeksema mengomentari Ef 2:4-6 dengan berkata sebagai berikut:

    Kita harus ingat bahwa Kristus adalah kepala kita, baik dalam arti yuridis / hukum maupun dalam arti organik. … KenaikanNya mempunyai arti yang pokok / utama / dasar. Ia adalah kepala dari tubuh, yaitu gereja. Sebagai kepala Ia mewakili semua orang pilihan. Sebagai kepala dari milikNya dalam arti hukum, Ia mengalami kematian, memikul semua kesalahan kita pada salib yang terkutuk, menghapus semua dosa kita, dan mendapatkan kebenaran kekal. KebenaranNya adalah kebenaran kita; kematianNya adalah kematian kita; kebangkitanNya adalah kebangkitan kita.

    Dan dengan demikian dalam arti hukum kenaikanNya adalah kenaikan kita. … Tetapi Ia juga adalah kepala dari tubuh dalam arti organik. Kita adalah anggota-anggota dari tubuhNya; dan kita tidak pernah bisa dipisahkan dari Dia, kepala kita. Bahwa Ia pergi ke surga berarti bahwa secara dasari kita ada di surga. Ia tidak akan kembali kepada kita, tetapi Ia akan menarik kita kepada diriNya sendiri, supaya kita bisa berada dimana Ia ada. Dan dengan demikian kita melihat ke atas ke surga dengan iman dalam kesadaran akan kesatuan yang tak terpisahkan antara kita dengan Kristus, kepala kita, dan mengaku bahwa kita mempunyai daging kita di surga sebagai suatu jaminan yang pasti bahwa Ia sebagai kepala juga akan mengumpulkan kita anggota-anggotaNya kepada diriNya sendiri) – ‘Reformed Dogmatics’, hal 425-426.

    Calvin: Tuhan oleh kenaikanNya ke surga membuka jalan ke dalam Kerajaan Surgawi, yang telah ditutup melalui Adam (Yoh 14:3). Karena Ia masuk ke surga dalam daging kita, seakan-akan dalam nama kita, akibatnya, seperti dikatakan oleh sang rasul, bahwa dalam arti tertentu kita sudah ‘duduk dengan Allah dalam tempat-tempat surgawi dalam Dia’ (Ef 2:6), sehingga kita tidak menantikan surga dengan suatu harapan semata-mata, tetapi sudah memilikinya dalam Kepala kita – ‘Institutes of the Christian Religion’, Book II, chapter XVI, 16.

    Catatan: Ef 2:6 (KJV): Dan telah membangkitkan kita bersama-sama, dan mendudukkan kita bersama-sama di tempat-tempat surgawi dalam Kristus Yesus).

    Calvin: Karenanya muncul suatu penghiburan yang sangat indah: bahwa kita memahami bahwa penghakiman ada di tanganNya yang telah mentakdirkan kita untuk bersama dengan Dia melakukan kehormatan penghakiman (bdk. Mat 19:28)! Jauhlah dari padaNya untuk naik ke kursi penghakimanNya untuk menghukum kita! Bagaimana Pemerintah kita yang paling berbelas-kasihan itu bisa menghancurkan rakyatNya? Bagaimana Kepala bisa menyebarkan / menyemburatkan anggota-anggotaNya sendiri?

    Bagaimana Pengacara kita bisa menghukum kliennya? Karena jika sang rasul berani menyerukan bahwa dengan Kristus membela kita maka tidak ada orang yang akan menggugat / menghukum kita (Ro 8:34,33), maka lebih benar lagi, bahwa Kristus sebagai Pembela tidak akan menghukum mereka yang telah Ia terima ke dalam tanggung jawab dan perlindunganNya. Ini bukanlah keyakinan yang tak berarti bahwa kita tidak akan dibawa ke depan kursi penghakiman dari siapapun selain kursi penghakiman Penebus kita, kepada siapa kita harus memandang untuk keselamatan kita] – ‘Institutes of the Christian Religion’, Book II, chapter XVI, 18.

    4) Supaya Roh Kudus turun.

    Yoh 16:7 – “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”.

    Saya tidak tahu apa sebabnya Roh Kudus tidak bisa turun kecuali kalau Kristus naik ke surga; itu tidak pernah dijelaskan dalam Kitab Suci. Tetapi Yesus jelas menyatakan bahwa Ia harus naik ke surga, dan barulah Roh Kudus bisa turun. Dengan demikian Kristus tidak lagi menyertai orang percaya secara jasmani, tapi secara rohani / melalui Roh KudusNya (Mat 26:11 Yoh 14:16,18,19) . Dengan demikian Ia bisa menggenapi janji-janjiNya dalam ayat-ayat seperti Mat 18:20 Mat 28:20b.

    Calvin: Kristus meninggalkan kita dengan cara sedemikian rupa sehingga kehadiranNya bisa lebih berguna bagi kita – suatu kehadiran yang telah dibatasi dalam tempat tinggal yang rendah dari daging selama ia tinggal di bumi – ‘Institutes of the Christian Religion’, Book II, chapter XVI, 14.

    Calvin: Karena itu, kita selalu mempunyai Kristus menurut kehadiran dari keagungan; tetapi tentang kehadiran jasmaniNya secara benar dikatakan kepada murid-muridNya, ‘Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu’ (Mat 26:11)] – ‘Institutes of the Christian Religion’, Book II, chapter XVI, 14.
    II) Duduk di sebelah kanan Allah.

    A) Arti kalimat ini.

    Kata-kata ini tidak boleh diartikan secara hurufiah. Kata-kata ini berarti:

    1) Kristus menduduki / mendapat tempat terhormat / mulia di surga.

    2) Kristus memerintah atas Gereja dan alam semesta.

    Juga kata ‘duduk’ tidak boleh diartikan bahwa Kristus beristirahat / bermalas-malasan di surga. Dan perlu dicamkan bahwa Kitab Suci tidak selalu mengatakan bahwa Kristus duduk di sebelah kanan Allah.

    · Ro 8:34 (NIV): ‘is at the right hand of God’ (= ada di sebelah kanan Allah).

    · 1Pet 3:22 (NIV): ‘is at God’s right hand’ (= ada di sebelah kanan Allah).

    · Kis 7:56 – ‘berdiri di sebelah kanan Allah’.

    B) Pekerjaan yang dilakukan oleh Kristus di surga ialah:

    1) Memerintah sebagai Raja.

    Saya berpendapat bahwa pada masa sukar dan berbahaya saat ini, dimana segala sesuatu tidak menentu, dan kerusuhan / kekacauan / teror dan bahkan perang bisa terjadi setiap saat, hal ini adalah sesuatu yang harus kita renungkan. Dibalik apapun yang terjadi, yang seolah-olah menunjukkan bahwa Tuhan tidak memerintah / berkuasa, atau yang seolah-olah menunjukkan bahwa nasib kita ada di tangan orang-orang yang mempunyai kuasa, sebetulnya Tuhan tetap memerintah. Karena itu nasib kita ada di tanganNya, yang mengasihi kita dan pasti mengarahkan segala sesuatu untuk kebaikan kita.

    2) Berfungsi sebagai Imam / Pengantara (Ibr 4:14 Ibr 7:24,25 Ibr 8:1-6 1Yoh 2:1).

    Charles Hodge: Suatu bagian yang penting, dan itu adalah sesuatu yang kekal, dari tugas keimamanNya harus dilaksanakan di surga. Di sana Ia melakukan pembelaan terus menerus untuk umatNya – ‘Systematic Theology’, Vol II, hal 634.
    Penutup / kesimpulan:

    Kristus sudah mati, bangkit dan naik ke surga, dan dengan semua itu menyelesaikan pekerjaan penebusan bagi kita. Kalau sampai sekarang saudara belum percaya kepada Yesus, cepatlah percaya kepadaNya, karena itu menjamin bahwa sama seperti Ia naik ke surga demikian juga saudara akan naik ke surga. Kalau saudara sudah percaya dan sudah diselamatkan, berusahalah untuk lebih banyak mengarahkan mata saudara ke surga.

    Kol 3:1-4 – “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, dimana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan”.

    Bagi sdr yg telah mendapat berkat dari artikel ini..mohon kiranya dapat membantu menyebarkan Pada sdr2 kita yg lain, sehingga semakin banyak sdr kita yg juga bisa membaca artikel ini dan mendapat berkat. Tuhan memberkati sdr. Amin.

    Joh 21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba- Ku.

    Pdt. Budi Asali M.Div. (031) 593-4889. HP: 081-331-588855 / (031) 7064-1331 / (031) 6050-1331.

    Alamat E-mail : budi_golgota_asali@yahoo.co.uk

  2. Tsunami

    Korban Tsunami Nias Masih Di Pondok Darurat
    28 December 2007
    Hingga 3 tahun peringatan bencana gempa bumi yang diikuti gelombang
    Tsunami yang melanda pesisir barat Nias, masih banyak rumah korban
    tsunami dan fasilitas umum lainnya masih belum dibangun.

    Hingga 3 tahun peringatan bencana gempa bumi yang diikuti gelombang Tsunami yang melanda pesisir barat Nias, masih banyak rumah korban tsunami dan fasilitas umum lainnya masih belum dibangun. Para keluarga korban di beberapa desa tersebut sampai saat ini masih tinggal di pondok-pondok darurat menunggu bantuan rumah dari BRR dan pemerintah. Demikian hal itu terungkap dalam refleksi bencana tsunami yang melanda 6 desa di Kecamatan Mandrehe masingmasing
    Desa Onolombu Raya, Onolimbu You, Hilisoromi, Onozalukhu You, Sisarahili II dan Lasara Bagawu, Rabu (26/12).
    Para keluarga korban sangat menyesalkan tidak adanya perhatian serius dari BRR maupun pemerintah dalam hal
    rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang telah hancur. Mereka berharap pemerintah pusat merelealisasikan janjijanjinya
    dalam pembangunan ratusan rumah korban tsunami yang sampai saat ini belum terlaksana.

    Terkesan bagi ratusan keluarga korban tsunami BRR dan pemerintah sengaja menelantarkan mereka dan ini dapat
    dibuktikan pada peringatan 3 tahun tsunami tidak satupun pejabat dari BRR berkunjung ke daerah ini untuk melihat
    penderitaan yang dialami keluarga korban.
    Pada kesempatan yang sama anggota DPRD Nias, Yasaro Daeli, SIP mendesak Presiden SBY untuk segera
    merealisasikan janji-janji yang disampaikan kepada masyarakat korban bencana tsunami saat berkunjung ke Nias dalam
    merehabilitasi dan merekonstruksi Nias yang baru.
    Tugu Tsunami
    Peringatan 3 tahun bencana gempa tsunami yang melanda Pulau Nias ditandai dengan peletakan batu pertama
    pembangunan Tugu Tsunami di Desa Sisarahili II, Kecamatan Mandrehe Barat. Pembangunan tugu ini diprakarsai
    Dewan Pengurus Pusat Salom sebagai kepedulian terhadap penderitaaan yang dialami warga Nias.
    Pada acara peringatan 3 tahun tsunami yang dipusatkan di Gereja Katolik Sisarahili II dihadiri pembina DPP Salom, Drs FG Martin Zebua, para pengurus DPP Salom di antaranya R. Daeli, S.IP, Adieli Gulo, Yasaro Daeli, SIP, Simeoni Gulo,
    Ir. Y Restu Gulo, SH, Yupiter Hia, SIP, Kharis Hia, ST dan ratusan warga keluarga korban tsunami.
    Pada kesempatan itu ratusan keluarga korban melaksanakan doa untuk mengenang arwah para keluarganya yang
    menjadi korban pada peristiwa yang sangat menyedihkan itu. Terlihat tidak sedikit keluarga korban menitikkan air mata
    pada saat refleksi bencana tsunami yang menelan korban mencapai 119 orang.
    Y Restu Gulo menjelaskan, pembangunan tugu peringatan bencana tsunami ini dimaksudkan untuk mengingatkan
    kepada BRR dan pemerintah akan tanggungjawabnya merehabilitasi dan merekonstruksi daerah yang telah hancur dilanda bencana yang sampai saat ini belum ada kemajuan.
    Ratusan keluarga korban tsunami menyampaikan terima kasih kepada DPP Salom yang telah peduli dan memprakarsai
    peringatan dan pembangunan tugu tsunami sehingga dapat menggugah dan mengingatkan BRR untuk segera
    merehabilitasi dan merekonstruksi rumah dan fasilitas lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s