Kemerdekaan Manusia dalam Yesus Kristus

Gagasan tentang kemerdekaan didasarkan dari ajaran bahwa Allah membuat manusia menurut citraNya sendiri. Manusia dianugerahi daya serupa dengan kekuatan Tuhan sendiri. Sejak lahir manusia dianugerahi akal budi, kemampuan dan kecakapan-kecakapan tertentu dan sifat yang harus diolah supaya membuahkan hasil. Manusia diciptakan Tuhan sebagai mahluk yang berdaulat. Semua hak manusia ialah hak mengembangkan diri sebagai citra Allah.

Hak manusia dilindungi Tuhan, terutama bila ia sendiri tidak mampu membela diri. Ketika manusia kehilangan haknya karena kesalahannya sendiri, Tuhan tetap membela dan melindunginya sebagimana tertulis dalam Surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus: “Apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan yang berarti, supaya jangan ada orang yang memegahkan diri di hadapan Allah”.


Kemerdekaan amat dirindukan manusia. Tetapi seringkali manusia mendukung kemerdekaan dengan cara yang salah. Manusia mengartikannya sebagai kesewenang-wenangan untuk berbuat sesuka hatinya atau berdosa. Padahal kemerdekaan yang sejati merupakan tanda yang mulia, gambar Allah dalam diri manusia, karena Allah bermaksud menyerahkan manusia kepada keputusannya sendiri. Maksudnya supaya manusia secara sukarela mengabdi kepadaNya secara merdeka hingga mencapai kesempurnaan hidup. Memang kemerdekaan manusia seringkali terbelenggu oleh dosa, tetapi dengan bantuan rahmat Allah manusia dapat meluruskan gerak hatinya kepada Allah. Setiap manusia harus mempertanggungjawabkan perilaku hidupnya sendiri di hadapan tahta pengadilan Allah, sesuai dengan perbutannya yang baik maupun yang jahat.


Saat terbelenggu oleh dosa, manusia tetap merindukan kemerdekaan. Kitab Perjanjian Lama menulis, ketika manusia mengalami ketidakmerdekaan, manusia berseru kepada Allah supaya menjadi pembebas dari segala kesesakan. Kitab Keluaran mengisahkan peristiwa pemerdekaan bangsa terpilih dari penindasan bangsa asing dan perbudakan. Kemerdekaan itu dimaksudkan untuk pembentukan umat Allah dan ibadat perjanjian yang dirayakan di Gunung Sinai. Peristiwa tersebut telah menjadi kenangan bagi umat Yahudi yang hidup dalam pengharapan akan kemerdekaan baru, pasca runtuhnya Yerusalem dan pembuangan di Babilonia. Pengalaman ini menorehkan pengalaman bahwa Tuhan adalah Sang Pembebas.


Kecemasan dan penderitaan yang dialami oleh mereka yang setia kepada Allah dan perjanjian merupakan tema beberapa Mazmur. Bentuknya berupa keluhan, permohonan bantuan dan ucapan syukur yang mengacu pada keselamatan religius dan pemerdekaan. Penderitaan tersebut merupakan cermin situasi kemiskinan, tekanan politik, permusuhan dengan para lawan, ketidakadilan, kegagalan dan kematian. Mazmur itu sekaligus mengungkapkan bahwa hanya dari Tuhanlah seseorang dapat mengharapkan keselamatan dan penyembuhan.


Para Nabi sesudah Amos pun menyatakan tuntutan keadilan dan solidaritas serta mengecam kaum kaya yang menindas kaum miskin. Para nabi membela para janda dan yatim piatu. Mereka mengecam penguasa dengan ancaman bahwa mereka akan mengalami hukuman keras karena kejahatannya. Para nabi mewartakan bahwa kesetiaan pada Perjanjian Tuhan harus diikuti dengan tindakan adil kepada sesama, karena Tuhan adalah pembela dan pembebas kaum miskin. Apalagi, Perjanjian Lama menegaskan perintah mengasihi sesama merupakan hukum tertinggi dalam kehidupan sosial. Tujuan dari pemerdekaan itu tak lain kedamaian di mana tercipta ketertiban baru, baik hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama dan alam. Itulah saat Kerajaan Allah hadir.


Perjanjian Baru mempertegas tuntutan Perjanjian Lama secara lebih radikal. Yesus yang menjadi miskin mengajak manusia untuk mengenal kehadiranNya dalam diri orang miskin. Yesus mengalami penderitaan sebagaimana kaum miskin yang menderita.. Kemiskinan Yesus bukan hanya protes negatif terhadap nilai-nilai Mamon, bukan sekedar solidaritas dengan kaum miskin saja, tetapi merupakan perlawananNya terhadap Mamon.


Yesus menyadari bahawa Ia yang didorong oleh Roh Kudus memperjuangkan pemerdekaan kepada orang yang miskin. Ia mempertegas pembelaanNya kepada kaum miskin dalam kotbah di tanah datar. Ia pun menuntut kesempurnaan kepada para muridNya dalam perbuatan kasih, sebagaimana Bapa yang penuh belas kasih. Jelaslah bahwa panggilan orang Kristen untuk menjalankan kasih persaudaraan dan berbelas kasih. Sikap Yesus dipertegas dengan pernyataanNya bahwa dalam dan melalui kaum miskinlah Ia akan melaksanakan hukuman terakhirNya demi seluruh umat manusia. Sampai akhirnya, Yesus menyempurnakan karyaNya di kayu salib. Saat itulah Ia dipaku di gunung Kalvari karena hidup beragama manusia yang terpolusi uang dan kekuasaan.


Santo Paulus mempertegas anjuran ini saat menghadapi situasi Korintus yang kacau dengan menekankan ikatan persaudaraan cinta kasih dan membantu saudara yang kekurangan. Dengan demikian, wahyu Perjanjian Baru mengajarkan kepada kita bahwa dosa adalah kejahatan yang terbesar, maka kemerdekaan yang diusahakan mestinya kemerdekaan dari dosa yang menjadi penentu kemerdekaan lainnya.


Sifat radikal pemerdekaan yang dibawa Yesus diarahkan kepada semua orang menuntut perubahan kondisi sosial atau politik. Sumbernya ialah kemerdekaan baru yang diberikan oleh rahmat Yesus yang harus berdampak dalam bidang sosial politik. Oleh rahmat itu, tiap pribadi hendaknya mematikan akar kejahatan yang mengakibatkan penindasan dan ketidakadilan. Akar kejahatan terletak dalam pribadi yang harus dipertobatkan oleh rahmat Yesus supaya hidup dan bertindak sebagai mahluk baru dalam cinta kasih kepada sesama.


Kemerdekaan Dalam Kitab Suci


Kitab Suci memuat tiga arti berbeda dari kata kemerdekaan ialah: merdeka dari perbudakan, merdeka dalam bersikap dan berperilaku dan merdeka untuk menaati hukum kemerdekaan yang sempurna, yaitu warta gembira Kerajaan Allah. Kemerdekaan dalam arti tersebut merupakan kemerdekaan sejati yaitu kemerdekaan anak-anak Allah dalam Yesus Kritus.


Kemerdekaan Dalam Perjanjian Lama


Salah satu penagalaman orang Yahudi ialah menikmati kemerdekaan pasca perbudakan Mesir. Pengalaman kemerdekaan ini dirasakan mereka sebagai karya Allah. Kenyataan hidup sebagai budak telah melahirkan rasa setia kawan dan persaudaraan di antara mereka. Suasana itu memberi semangat dan kegembiraan untuk hidup dalam persatuan dan harga diri dalam kebersamaan. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menyadarkan bahwa Allah hadir dan berkarya kepada mereka, serta mengantar mereka menjadi bangsa yang memiliki tanah air terjanji. Perjuangan mereka untuk merdeka bukan lagi perjuangan mereka sendiri, tetapi Allah sendiri telah memerdekakan mereka. Allah telah menganugerahi kemerdekaan sehingga orang Yahudi memiliki kebebasan bersikap dan bertindak. Karena itu, kesetaraan di antara mereka yang telah memberi dampak positif dirasakan sebagai kehendak Allah sendiri.


Atas dasar pentingnya menjaga kesetaraan dan melestarikan kemerdekaan anugerah Allah itu, orang Yahudi mulai mengatur kemerdekaan mereka melalui peraturan. Dalam Kitab Suci diceritakan, Allah sendiri mengatur kemerdekaan mereka melalui Hukum Taurat. Peraturan-peraturan yang tertulis dalam Hukum Taurat selalu berbunyi: “Tuhan berfirman…” Mereka pun menghayati hukum sebagai kehendak Allah yang harus mereka taati. Sebagaimana di hadapan Allah mereka setara dalam memperoleh kemerdekaan, demikian juga di hadapan hukum, dan hukum menjaga agar mereka selalu setara.


Hukum Taurat berusaha agar setelah orang Yahudi mengalami kemerdekaan, mereka tidak menumpuk kekayaan pada sejumlah kecil warga, tetapi mewujudkan kesetaraan di antara mereka. Peraturan hukum yang dihayati sebagai kehendak Allah diharapkan lebih memastikan dan menjamin kesetaraan itu, agar tidak akan terjadi penindasan, pemerasan atau pemaksaan kehendak yang mengancam kemerdekaan.


Kenyataan yang terjadi sebaliknya, Hukum Taurat gagal ditaati. Akibatnya terjadi penindasan dan penderitaan kaum lemah, serta kebinasaan seluruh bangsa. Penderitaan ini memuncak pada pembuangan ke Babilon, saat di mana Yerusalem diratakan dengan tanah. Keadaan di Babilon lebih buruk, penindasan lebih kejam, negeri mereka dihancurkan. Masa ini menyadarkan bahwa mereka kembali menjadi budak. Semua itu terjadi karena desakan para nabi agar bertobat tak mereka hiraukan, sebagaimana seruan Yesaya, “bertobatlah, hai orang Israel, kepada Dia yang sudah kamu tinggalkan jauh-jauh !”. Meskipun terjadi penderitaan yang hebat, para nabi tetap menguraikan hadirnya masa depan yang cerah. Sebagaimana dituturkan Yehezkiel, “dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kauberikan kepada nenek-moyangmu dan kamu akan menjadi umatKu dan Aku menjadi Allahmu. Aku akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan Aku akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan Aku tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu…”.


Kemerdekaan Dalam Perjanjian Baru


Yesus datang sebagai penyelamat yang datang dari Tuhan. Ia memerdekakan manusia dari penderitaan. Lebih dari itu, Yesus mengajak manusia agar merdeka dari akar penyebab penderitaan, yaitu dosa. Sebagaimana dikatakanNya, “Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”.     Kemerdekaan berarti pemerdekaan yang menyelamatkan manusia dari perbudakan dan ketakutan. Ini terjadi bila manusia menerima Roh Keputraan, “Lihatlah betapa besar kasih yang dikurniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah”.


Roh perbudakan dan ketakutan ini kerapkali mewarnai kesalehan Perjanjian Lama. Tetapi kemerdekaan yang ditampakkan Yesus sudah pula bertunas dan bersemi dalam Perjanjian Lama, sebagaimana pernah ditulis: “…tetapi, karena Tuhan mengasihi kamu dan memegang sumpahNya yang telah diikrarkan kepada nenek moyangmu, maka Tuhan telah membawa kamu keluar dengan tangan kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan”. Dalam kemerdekaan itu, manusia diajak masuk dalam hubungan kasih. Manusia dimerdekakan dari dosa dan upah dosa, ialah kematian, seperti ucapan Paulus, “tetapi, dalam pengharapan, karena mahluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah”.


Kemerdekaan hanya terwujud, kalau manusia merdeka dari pamrih, kehendak sendiri dan kepentingan sendiri, seperti dikatakan Paulus: “sebab oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah”. Kemerdekaan tanpa pamrih, kehendak dan kepentingan sendiri, merupakan panggilan pribadi setiap manusia, “saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mepergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih”.


Kehidupan kristiani diatur dengan hukum Roh, “sebab Tuhan adalah Roh dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan”. Lewat kemerdekaan ini, orang Kristen dibebaskan dari dunia, dari nafsu, dari daging seperti tuturan Paulus, “tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jikalau memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan miliki Kristus” . Dengan kemerdekaan ini, manusia menjadi budak cinta atau hamba Tuhan dalam pengabdian suci untuk menjadi pelayan untuk semua manusia. Lagi-lagi seperti dikatakan Paulus, “hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Tuhan”.


Arti kemerdekaan dalam Perjanjian Baru, dapat dikatakan, berciri dari dan dalam Yesus. Kemerdekaan ini menyelamatkan manusia dari roh perbudakan dan ketakutan. Hukum Allah menjadi hubungan cinta antara Bapa dan anak. Kemerdekaan dalam Yesus ini meliputi merdeka dari dosa, dari hukum dan dari kematian. Kemerdekaan dalam Yesus amat bermakna, karena Yesus sendiri memberi teladan merdeka dari segala pamrih. Ia memanggil manusia secara pribadi, untuk memiliki Roh kemerdekaan, yaitu Roh Anak Allah yang mengatur hidup manusia, agar manusia merdeka dari dunia, nafsu dan daging serta agar manusia dikuasai oleh cinta demi pelayanan kepada sesama. Pendek kata, manusia dimerdekakan dari perbudakan supaya hanya diperbudak oleh cinta, yaitu Allah sendiri.


Kemerdekaan Dalam Ajaran Gereja


Sebagaimana telah dijelaskan di depan, Allah menciptakan manusia sebagai makhluk berakal budi. Manusia dengan akal dan budi itulah mereka bertanggungjawab atas segala tindakkannya, “Allah bermaksud menyerahkan manusia kepada keputusannya sendiri “. Kemerdekaan bukan suatu tindakan yang semau gue, tetapi kemerdekaan manusia yang mengarah kepada hal yang baik. Kemerdekaan sejati merupakan gambaran Allah dalam diri manusia, agar manusia dengan sukarela mencari PenciptaNya dan dengan mengabdi kepadaNya secara merdeka agar mencapai kesempurnaan yang penuh dan membahagiakan.


Martabat manusia menuntut agar ia bertindak secara merdeka dan sadar. Apalagi, manusia tindakannya pertama-tama didorong dari dalam diri dan bukan dari luar dirinya. Manusia dapat bertindak merdeka sesuai martabatnya, jika ia memerdekakan diri dari segala nafsu-nafsu liar, supaya dapat secara merdeka memilih apa yang baik. Kemerdekaan manusia yang terluka oleh dosa, hanya dapat diluruskan dengan rahmat Allah sehingga manusia dapat hidup merdeka dan terarah kepada kebaikan. Setiap manusia harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya yang baik ataupun yang buruk.


Manusia diberi kemerdekaan untuk berbuat, ia berhak atas segala tindakanya. Manusia harus tumbuh dalam kematangan dalam kebenaran dan kebaikan karena kemerdekaan. Kemerdekaan manusia akan mencapai kesempurnaan bila terarah kepada Allah. Kemerdekaan akan mewarnai perbuatannya sehingga sungguh manusiawi. Karena, Tuhan telah menjadikan manusia bertanggung jawab atas segala perbuatannya yang dikerjakan dengan kehendak bebasnya. Meskipun demikian, ketidaktahuan, perasaan takut dan segala faktor psikis atau sosial yang lain tetap dapat mengurangi atau menghilangkan kemerdekaan dan tanggung jawab manusia suatu perbuatan.

Jelaslah bahwa kemerdekaan manusia terbatas dan dapat salah. Manusia sudah berbuat dosa dan salah. Manusia bisa menolak Allah seperti dilukiskan dalam peristiwa jatuhnya manusia pertama dalam dosa. Sejarah manusia pun menunjukkan bahwa manusia mudah jatuh ke dalam dosa. Manusia yang jatuh dalam dosa merupakan cermin dari penyalahgunaan kemerdekaan. Selain itu, kemerdekaan yang dialami manusia tidak dapat lepas dari pihak lain.

Kemerdekaan bukan berarti bisa berbuat seenaknya. Manusia harus memperhatikan unsur-unsur lain dalam hidup bersama, terutama harus selalu mengarah kepada yang Illahi. Hanya ada satu hal penting yang tidak menghalangi kemerdekaan manusia, ialah Rahmat Tuhan. Justru dengan rahmat itu kita mampu hidup sesuai dengan kebenaran dan kebaikan yang telah diletakkan Allah dalam hati setiap manusia. Rahmat selalu membantu kita untuk hidup selaras dengan kehendak Tuhan.

Pemula mulai disini akan diajar cara bisnis internet

About these ads

10 Komentar

Filed under Umum

10 responses to “Kemerdekaan Manusia dalam Yesus Kristus

  1. Tuhan itu selalu baik dan selalu memaafkan bila kita umatNya mau berusaha untuk lahir baru dan hidup dalam kebenaran firman Nya… Amiiin..

  2. Bukan harta

    AJARAN TENTANG KEMAKMURAN: Mengelabui dan Mematikan
    oleh: Rev. John S. Piper, D.Theol.

    Ketika saya membaca tentang gereja yang mengajarkan tentang kemakmuran, respons saya adalah: Seandainya saya bukan orang Kristen, saya tidak akan ingin masuk Kristen. Dengan kata lain, seandainya ini adalah pesan Yesus, mohon maaf saya tidak mau.

    Memikat orang untuk mengikut Kristus supaya kaya adalah bohong dan mematikan. Ini adalah bohong karena pada waktu Yesus sendiri memanggil kita, Ia mengatakan hal-hal seperti: “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Luk. 14:33). Dan ini mematikan karena hasrat untuk menjadi kaya menjerumuskan “orang ke dalam keruntuhan dan kebinasaan” (1Tim. 6:9). Jadi inilah permohonanku kepada para pemberita Injil.
    1. Jangan Mengembangkan Filsafat Gerejayang Membuat Manusia Lebih Sulit Lagi Untuk Masuk Sorga

    Yesus berkata, “Betapa sulitnya bagi orang kaya untuk masuk ke dalam kerajaan Allah!” Murid-muridnya tercengang, sebagaimana banyak orang dalam gerakan “kemakmuran” seharusnya bereaksi. Yesus kemudian meneruskan yang membuat mereka bahkan lebih heran lagi dengan berkata, “lebih mudah seekor unta masuk ke lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah.” Mereka merespon dalam ketidak-percayaan: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus berkata, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah” (Mrk. 10:23-27).

    Pertanyaan saya bagi para pendeta yang mengajarkan tentang kemakmuran adalah: Mengapa Anda ingin mengembangkan fokus gereja yang membuat sulit bagi manusia untuk masuk Sorga?

    2. Jangan Mengembangkan Filsafat Gerejayang Mengobarkan Keinginan Manusia Untuk Bunuh Diri

    Paulus berkata, “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar, sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia, dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa keluar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” Tetapi kemudian ia memperingatkan akan keinginan untuk menjadi kaya. Dan secara implisit, ia memperingatkan para pendeta yang menimbulkan keinginan untuk menjadi kaya ketimbang menolong manusia untuk menjauhkan diri darinya. Ia memperingatkan, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat, dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1Tim. 6:6-10).

    Jadi pertanyaan saya kepada pendeta yang mengajarkan tentang kemakmuran adalah: mengapa Anda mau mengembangkan gereja yang mendorong manusia untuk menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka dan menenggelamkan dirinya ke dalam keruntuhan dan kebinasaan?

    3. Jangan Mengembangkan Filsafat Gereja yang Mendorong Kerentanan Terhadap Ngengat dan Karat

    Yesus memberi peringatan terhadap upaya untuk mengumpulkan harta di dunia. Yaitu, ia menyuruh kita untuk menjadi pemberi, bukan penyimpan. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya, tetapi kumpulkanlah bagimu harta di Sorga, di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya” (Mat. 6:19).

    Memang, kita semua menyimpan sesuatu. Namun karena adanya kecenderungan untuk serakah dalam diri kita semua, mengapa kita menanggalkan fokus dari Yesus dan memutar-balikkannya ?

    4. Jangan Mengembangkan Filsafat Gerejayang menjadikan kerja keras sebagai jalan untuk mendapatkan kekayaan yang berlimpah

    Paulus berkata kita tidak boleh mencuri. Pilihannya adalah kerja keras dengan tangan kita sendiri. Tetapi tujuan utamanya bukan semata-mata untuk menimbun atau bahkan untuk memiliki. Tujuannya adalah “memiliki untuk memberi.” “tetapi baiklah ia bekerja keras, dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan” (Ef. 4:28). Ini bukanlah suatu pembenaran untuk menjadi kaya supaya dapat memberi lebih banyak lagi. Tidak ada alasan mengapa seseorang yang berpenghasilan $ 200.000 harus hidup secara berbeda daripada cara hidup orang yang berpenghasilan $ 80.000. Carilah pola hidup seperti dalam masa perang; ketatkan pengeluaran Anda; dan bagikanlah sisanya kepada orang lain.

    Mengapa Anda harus mendorong orang untuk berpikir bahwa mereka harus memiliki kekayaan supaya bisa menjadi pemberi yang boros? Mengapa tidak mendorong mereka untuk hidup lebih sederhana dan menjadi pemberi yang lebih boros lagi? Bukankah itu akan menambah kemurahan mereka menjadi suatu kesaksian yang baik bahwa Kristuslah harta mereka, bukan benda yang mereka miliki?

    5. Jangan Mengembangkan Filsafat Gereja yang Mengakibatkan Berkurangnya Iman Terhadap Janji-janji Tuhan Kepada Kita yang Tidak Dapat Dibeli Dengan Uang

    Alasan penulis kepada bangsa Ibrani mengajarkan kepada kita untuk merasa cukup dengan apa yang ada pada kita adalah karena jika tidak maka iman kita terhadap janji Tuhan akan berkurang. Ia berkata, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu, karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata, “Tuhan adalah Penolongku, aku tidak akan takut, apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Ibr. 13:5-6).

    Bila Alkitab mengajarkan kepada kita untuk merasa puas dengan apa yang ada pada kita meyakini akan janji-janji Tuhan yang tidak akan pernah meninggalkan kita, mengapa kita mau mengajarkan kepada manusia untuk ingin menjadi kaya?

    6. Jangan Mengembangkan Filsafat Gereja yang Mengakibatkan umat Anda merasa terhimpit

    Yesus mengingatkan bahwa firman Tuhan, yang ditujukan untuk memberi kita kehidupan, dapat kehilangan efektifitasnya oleh kekayaan. FirmanNya berkata bahwa ini bagaikan benih yang tumbuh di antara semak duri yang menghimpitnya sampai mati: “Orang yang telah mendengarkan firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimput dengan ….kekayaan…hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang” (Luk. 8:14).

    Mangapa kita mau mendorong manusia untuk mengejar sesuatu yang Yesus katakan akan menghimpit kita?

    7. Jangan Mengembangkan Filsafat Gereja yang Membuat Garam Menjadi Tawar dan Meletakkan Lampu Di Bawah Gantang

    Hal apakah yang membuat orang Kristen menjadi garam dunia dan terang dunia? Bukanlah kekayaan. Hasrat akan kekayaan dan pengejaran akan kekayaan terasa dan kelihatan seperti dunia. Ini tidak memberi dunia sesuatu yang berbeda daripada apa yang telah diyakininya. Tragedi besar dari pengajaran tentang kemakmuran adalah bahwa seseorang tidak perlu dibangkitkan secara spiritual untuk memeluknya; cukuplah dengan serakah. Menjadi kaya dalam nama Yesus bukanlah garam dunia atau terang dunia. Dalam hal demikian, dunia hanya melihat suatu refleksi tentang dirinya sendiri. Dan kalau berhasil, orang akan mau.

    Konteks dari perkataan Yesus menunjukkan kepada kita apa yang dimaksud dengan garam dan terang. Ini adalah kemauan secara sukacita untuk berkorban bagi Kristus. Beginilah sabda Yesus, “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu. Kamu adalah garam dunia….Kamu adalah terang dunia” (Mat. 5:11-14).

    Apa yang akan membuat dunia merasakan (garam) dan melihat (terang) Kristus dalam diri kita bukanlah bahwa kita mencintai kekayaan sama seperti mereka. Akan tetapi suatu kemauan dan kemampuan orang-orang Kristen untuk mengasihi sesama dalam penderitaan, sambil bersukacita karena upahnya adalah di Sorga bersama Yesus. Hal ini tidak dapat dimengerti oleh manusia. Ini adalah hal supernatural. Namun menarik manusia dengan janji-janji kemakmuran itu adalah hal yang natural. Ini bukanlah pesan Yesus, Ini bukan tujuan dari kematian-Nya.

  3. Conversi PDF

    conversi pdf ke doc http://finderonly.com

  4. Jam Biologis

    Jam Biologis Tubuh Manusia

    Pernahkah Anda bertanya, mengapa saat malam kita mengantuk? Atau mengapa bila masyarakat pedesaan yang belum ada listrik cenderung tidur lebih cepat? Jawabannya adalah karena adanya hormon melatonin.

    SCN akan memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan hormon melatonin ini saat hari sudah gelap. Selanjutnya, hormon melatonin akan memerintahkan tubuh untuk beristirahat.

    Namun dengan kehadiran lampu listrik yang membuat suasana malam hari menjadi terang menghambat dikeluarkannya hormon melatonin, sehingga saat ini jam tidur manusia lebih larut malam daripada sebelumnya.

    Tubuh kita mudah beradaptasi. Misalnya, untuk pekerja yang bekerja saat malam hari, SCN akan beradaptasi dalam mengeluarkan hormon melatonin sehingga mereka akan tetap terjaga walaupun hari sudah gelap.

    Bila malam semakin larut, kita akan lebih merasakan kantuk, ini disebabkan hormon melatonin yang dihasilkan semakin meningkat dan juga turunnya suhu tubuh dan tekanan darah dalam tubuh.

    Hormon Dalam Tubuh Saat Kita Tidur

    Agar dapat memperbaiki sel-sel yang rusak, tubuh membutuhkan tidur. Tidur sehat manusia adalah 7 sampai 9 jam setiap hari. Perbaikan sel ini dipicu oleh hormon yang bernama Human Growth Hormone (HGH).

    Karena itu, dengan tidur yang cukup rata-rata 8 jam per hari, sama saja dengan membiarkan tubuh Anda memulihkan tubuh kembali. Tentu ini akan membuat Anda bangun dengan sehat pada pagi hari setelah tidur yang cukup.

    Makan makanan asin dapat membuat tubuh dehidrasi, sehingga dapat mengalami retensi air yang menyebabkan hipertensi ringan, akibatnya proses perbaikan sel terganggu dan tidur Anda terganggu.

    Mengkonsumsi makanan manis dapat membuat kita sulit tidur karena otak akan memerintahkan untuk mengeluarkan hormon insulin. Akibatnya gula yang ada dalam pembuluh darah akan disimpan dalam sel otot, hati dan lemak.

    Karena kadar gula dalam tubuh rendah, otak akan memerintah kan untuk mengeluarkan hormon kortisol yang memecah lemak menjadi gula. Efek samping dari hormon kortisol adalah dapat memicu stres sehingga waktu tidur Anda akan terganggu karena rasa stres yang ada.

    Mengapa Anda Mampu Menahan Kencing saat Tidur?

    Pernahkah Anda bertanya mengapa meskipun tidur lebih dari 8 jam, Anda tidak merasakan ingin buang air kecil pada saat tertidur? Saat kita tidur, tubuh memproduksi hormon vasopressin yang menghambat pengeluaran urine sehingga kita bisa tidur tanpa terganggu harus ke kamar kecil.

    Jam Biologis Pagi Hari

    Saat pagi hari, minumlah segelas air hangat yang akan mendorong enzim-enzim yang ada dalam mulut ke dalam lambung untuk proses detoksifikasi. Tunggu 20 menit sebelum Anda mengkonsumsi sarapan atau minuman lainnya, karena bila waktu kurang dari 20 menit, manfaat yang dihasilkan kurang optimal.

    Olahraga pada jam 5 pagi kurang bermanfaat karena suhu tubuh masih rendah dan otot belum panas. Berolahragalah jam 7 pagi. Pada jam ini tubuh menghasilkan hormon serotonin yang meningkatkan mood. Berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat meningkatkan produksi hormon ini.

    Tubuh kita berada dalam kondisi optimal 3 jam setelah bangun tidur. Saat itu, darah sudah mengaliri tubuh dengan sempurna sehingga semua zat yang dibutuhkan tubuh dapat terpenuhi dengan baik.

    Jam Biologis Tubuh Lainnya

    Saat tepat untuk perawatan kulit adalah jam 16.00 karena pada saat itu tubuh dalam suhu yang paling tinggi sehingga pori-pori terbuka dan nutrisi terserap sempurna.

    Jam 17.00 tubuh dalam kondisi puncak dalam menahan rasa sakit, sehingga tepat bila ingin ke dokter gigi atau di suntik.

    Jam 18.00 merupakan saat yang tepat untuk berolahraga, karena kekuatan dan fleksibilitas tubuh dalm kondisi puncak. Disebabkan kandungan glikogen pada saat itu di dalam tubuh cukup banyak.

    Glikogen merupakan simpanan karbohidrat dalam bentuk glukosa di dalam tubuh yang berfungsi sebagai salah satu sumber energi.

  5. Kekuatan Pikiran

    Doa dan Fisika Kuantum
    Rahasia Kekuatan Pikiran

    Mungkin anda belum pernah mendengar film yang berjudul What The Bleep Do We Know dan film berjudul The Secret. Kedua film tersebut sangat terkenal di Amerika karena telah menggugah kesadaran banyak orang. The Secret telah tampil di Larry King Live dan Oprah Winfrey Show. Kedua film tersebut berupaya membuktikan fenomena bahwa doa/ harapan/ keinginan kita akan terkabul, bukan dengan pembuktian memakai ayat-ayat kitab suci. tetapi dengan memakai teori psikologi, kedokteran, bahkan fisika kuantum.

    Apakah fisika kuantum ?

    Fisika kuantum adalah sebuah cabang fisika yang secara khusus mempelajari atom, elektron dan segala segala “kecil-kecil.” Tubuh kita terdiri dari atom, pada saat kita memikirkan sesuatu maka sel otak kita akan bergetar, menimbulkan energi sehingga energi itu akan bisa menarik energi lain yang sama. itu penjelasannya secara singkat.

    Secara gampangnya, film itu menjelaskan dan membuktikan bahwa pikiran positif akan menarik hal-hal positif, dan pikiran negatif akan menarik hal-hal yang negatif. dan itu semua bisa dibuktikan.
    contoh realistis: orang-orang dengan hobi, latar belakang, minat, spiritualitas yang sama akan cenderung berkumpul dengan sesamanya. seperti kata pepatah, birds with the same feathers flock together.

    Pada saat kita berdoa, pikiran sadar dan bawah sadar kita akan menimbulkan vibrasi yang sangat kuat [tergantung tingkat iman seseorang]. vibrasi tersebut bisa diukur dengan alat-alat tertentu dan digolongkan dalam fase beta, alfa, delta, dan gamma. pada saat yang paling khusyuk, otak memasuki fase delta, dimana otak bawah sadar kita bekerja dan mengaktifkan sel-sel/ bagian-bagian otak yang biasanya tidak aktif. ini sudah dibuktikan dengan berbagai experimen dimana seseorang yang sedang bermeditasi/ berdoa/ berbahasa roh [nasrani]/ trance dancing [hindhu], diukur dengan MRI.
    vibrasi yang ‘dipancarkan’ oleh otak ini ‘ditangkap’ oleh alam dan alam akan merespons sesuai dengan teori fisika kuantum tersebut.

    Singkatnya, alam akan merespons vibrasi tersebut dengan vibrasi yang sesuai. Dalam kata2 religius, Tuhan mengabulkan doa kita.

    Banyak orang yang berpikir, lho kalau begitu apa berarti Tuhan tidak ada? Pemikiran yang sempit dan justru tidak logis. Semua bukti saintifik ini justru membuktikan bahwa Tuhan benar-benar ada dan selalu memperhatikan kita.

    “And god said, let there be light. And there was light” [Genesis]

    Secara teori fisika kuantum, energi yang paling mendasar terdiri dari partikel-partikel yang membentuk sinar/ light. Tuhan menciptakan segalanya dari kosong menjadi berisi [alkitab nasrani].
    hal ini dibuktikan dengan teori “anti matter” creates “matter”. [penjelasan detail tentang teori ini secara mudah dimengerti dapat dibaca di novel fiksi karangan Dan Brown yang berjudul Angels and Demons.]

    Semua sistem “supranatural” yang dibuktikan secara scientific ini memperkuat/ membuktikan bahwa Tuhan bukanlah sebuah entitas yang bersifat mitos/ hanya harapan kosong dari umat manusia.
    sistem alam semesta yang begitu luas dan tidak terbatas, yang jauh melampaui pemikiran kita, adalah Tuhan. [dalam hal ini rekan-rekan Taois telah “belajar” fisika kuantum dari zaman dulu :)]
    “Apapun yang kamu minta dalam namaKu maka Aku akan mengabulkannya”, Jesus once said that. Satu-satunya hal yang menghalangi terkabulnya permohonan kita adalah karena diri kita sendiri. dalam bahasa psikologis ini disebut psychological reversal. bahasa hipnotis = mental block. bahasa retret2 nasrani = luka batin.

    Jadi bisa kita lihat dan buktikan bahwa Tuhan benar-benar ada dan mengasihi umatNya.

    Perumpamaan dalam kitab suci nasrani tentang talenta sudah sangat menggambarkan dengan indah. emosi, cara berpikir kritis, otak bawah sadar, otak sadar, semua itu telah diciptakanNya dalam diri kita. itu semua adalah talenta kita. karenanya harus kita gunakan secara maksimal dalam segala hal, termasuk dalam spiritualitas.

    Iman itu bukan hanya berasal dari hati yang mencintaiNya, tetapi juga harus berasal dari otak yang berpikir secara kritis terhadap semua keadaan. Iman yang cuma mengandalkan “percaya” tanpa logika kritis akan cenderung tidak bertanggungjawab atas perbuatannya sendiri dan menyerahkan tanggungjawab perbuatannya pada Tuhan. Iman yang cuma mengandalkan logika tanpa hati/ emosi akan cenderung menganggap dirinya yang paling penting dan bukan Tuhan yang utama.

    Keseimbangan antara emosi dan logika akan membawa kepada keseimbangan dimana manusia menggali talentanya dan Tuhan melengkapinya. seperti ada kata-kata dalam alkitab nasrani,”kita menanam dan membajak, tetapi Tuhan yang memberi pertumbuhan”. Karena Tuhan itu universal [hukum fisika kuantum universal di setiap sudut alam semesta], Maka adalah sangat bodoh apabila sekelompok orang dengan mengatasnamakan agama/ aliran tertentu berupaya “mengangkangi” Tuhan itu dengan mengatasnamakan kelompoknya sendiri. Tuhan yang begitu besar diakui hanya sebagai milik agamanya sendiri. padahal agama bukan dibuat oleh Tuhan tapi oleh persepsi, histori, sosial budaya manusia.

    Sangat bodoh kiranya kita sebagai manusia yang “memperjuangkan” Tuhan lewat bentrokan antar agama. Sangat bodoh dan tidak spiritualis sama sekali.

    Saya percaya bahwa semakin seseorang mencintai Tuhan, semakin orang tidak “sok menjadi Tuhan” ataupun “sok membela agama/ kelompoknya”. Semakin orang mencintai dan ‘melakukan kehendakNya’, semakin kita akan rendah hati berhadapan dengan kekuatan yang sebesar alam semesta, tetapi kita juga akan semakin yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan setiap doa kita.
    semakin kita rendah hati, semakin kita menghargai setiap perbedaan dan tidak menghakimi orang-orang yang berada di luar kelompok/ aliran/ agama kita.

    Karena Tuhan yang begitu besar adalah milik semua umat manusia.

    we are not a human being with a spiritual experience
    we are spiritual being with a human experience

    oleh: Ignatius Edwin

    http://blog.supexteam.com/rahasia-kekuatan-pikiran/doa-dan-fisika-kuantum/

  6. Roh Kebenaran

    Kebenaran sebagai Roh

    Roh Kebenaran merupakan suatu entitas Roh yang tidak memiliki substansi, teksture dan warna. Ia tidak bisa dijelaskan atau diilustrasikan. Penjelasan atau ilustrasi tentang Roh Kebenaran hanyalah bayangan pikiran, tetapi bukan Roh Kebenaran yang sesungguhnya.

    Kalau kita hidup dalam Kebenaran, maka kita hidup bukan hanya dalam ide tetapi dalam Roh. Ia bukan konsep, teori, gagasan. Roh Kebenaran atau Kebenaran yang Hidup adalah seperti halnya Cinta. Ia tidak bisa dijangkau dengan pikiran, emosi, indra atau tubuh jasmani kita. Namun Ia bisa dialami secara langsung. Ia bisa dilihat, didengar atau disentuh dengan Tubuh Rohani kita. Tubuh jasmani kita butuhkan agar bisa berkomunikasi dengan dunia luar. Tetapi tubuh jasmani tidak bisa dipakai untuk berkomunikasi dengan alam roh. Setiap orang mempunyai roh. Roh manusia inilah yang mampu berkomunikasi dengan alam roh di dalam. Dialah yang mampu melihat dan mengenal Roh Kebenaran. “Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan (akan) diam di dalam kamu.” (Yoh 14:17)

    Khalayak umum menerima adanya paham tubuh rohani dan tubuh jasmani. Tubuh rohani disebut dengan berbagai istilah yang berbeda-beda seperti ”jiwa”, ”roh individual”, ”kesadaran”, dst. Tubuh rohani kekal adanya. Ia merupakan pancaran abadi dari Roh Allah. Ia tidak lahir dan tidak mati. Sementara tubuh jasmani pernah dilahirkan dan pasti akan mengalami kematian. Tubuh rohani berada di luar arus dunia, sedangkan tubuh jasmani berada di dalam arus dunia.

    Poros Arus Dunia

    Orang-orang yang hidup dalam arus dunia, tidak akan bisa melihat Roh Kebenaran. Arus dunia adalah arus kelahiran dan kematian. Semua yang pernah dilahirkan akan mengalami kematian. Indra, pikiran dan emosi kita pernah dilahirkan dan karenanya akan musnah dalam waktu. Hal-hal tersebut bisa menjadi poros kehidupan harian. Itulah poros dari arus dunia.

    Dengan indranya, orang mampu menikmati keindahan di “dunia luar”. Orang bisa menikmati keindahan sekuntum bunga, pemandangan di gunung atau pantai misalnya. Namun berhentinya indra luar, membuat tubuh rohani mampu menangkap keindahan di “dunia dalam”. Kualitas Keindahan di dalam jauh lebih kuat daripada keindahan di luar. Keindahan di dalam bisa mempengaruhi keindahan di luar, tapi keindahan di luar tak bisa mempengaruhi Keindahan di dalam. Yang di dalam bisa sama dengan yang di luar tetapi yang di luar tidak sama dengan di dalam.

    Dengan pikirannya, orang menjalani hidup harian. Pikiran itu menilai, mengadili, mengharuskan, memilah-milah, membanding-bandingkan, membenarkan, menyalahkan, merumuskan, memvisualisasi, berimaginasi, berasosiasi, dst. Namun roda pikiran tak akan bisa bergerak kalau tidak ada kesadaran. Namun kesadaran bekerja tidak tergantung pada pikiran. Pikiran yang menggerakkan hidup menjadikan kehidupan miskin dan tidak dalam. Pikiran, betapapun dahsyat dan berguna bagi kehidupan, masih belum banyak artinya tanpa kualitas kesadaran.

    Dengan emosinya, orang mampu mengalami suka dan duka, konflik dan damai, kuat dan lemah, sehat dan sakit. Emosi menenggelamkan orang masuk arus dunia. Di tengah konflik hidup harian, kadang kala orang mengalami damai, ketenangan dan cinta. Itu semua bersumber dari dalam. Namun begitu menjadi pengalaman, pikiran lalu mengulang-ulang sebagai ingatan masa lalu dan menimbulkan kesenangan dan kepuasan. Kesenangan dan kepuasan yang diulang-ulang akan menimbulkan kebosanan.

    Latihan Menghentikan Arus Dunia

    Untuk bisa melihat dan mengenal Roh Kebenaran, orang musti ke luar dari arus dunia. Roh Kebenaran datang ketika arus dunia dalam diri kita berhenti, ketika indra, pikiran dan emosi berhenti. Orang begitu mudah mengidentikkan diri dengan indra, pikiran dan emosinya. Maka berlatih melepaskan diri dari arus indra, pikiran dan emosi akan menolong untuk menyentuh tubuh roh di dalam.

    Anda bisa berlatih menghentikan arus gerak dunia kapan saja dan di mana saja. Saat-saat anda merasa terjebak pada tubuh fisikal, pikiran dan emosi, saat-saat itu paling baik bagi anda untuk berhenti. Latihlah Kesadaran Murni anda dengan pendarasan kata-kata berikut seirama nafas anda.

    Tubuh (mata, telinga, hidung, lidah, tangan, kaki, dst) ini bukan aku
    Aku bukan tubuh ini
    Aku tidak terjebak pada tubuh ini
    Aku hidup tanpa batas
    bersama Roh Kristus Tuhanku

    Pikiran (penilaian, pembenaran, pembandingan, dst) ini bukan aku
    Aku bukan pikiran ini
    Aku tidak terjebak pada pikiran ini
    Aku hidup tanpa batas
    Bersama Roh Kristus Tuhanku

    Perasaan (luka, benci, kacau, damai, gembira, dst) ini bukan aku
    Aku bukan perasaan ini
    Aku tidak terjebak pada perasaan ini
    Aku hidup tanpa batas
    Bersama Roh Kristus Tuhanku.

    Roh Kebenaran Bergerak dari Saat ke Saat

    Hidup dalam Kebenaran atau Roh Kebenaran adalah Keberadaan atau cara hidup di mana poros kehidupan sehari-hari berada di luar arus dunia. Roh Kebenaran atau Keberadaan itu sendirilah yang menjadi porosnya.

    Roh Kebenaran itu bekerja setiap saat di luar waktu. Ia bukan kenangan masa lalu yang bisa dihadirkan berulang-ulang. Yang bisa dihadirkan hanyalah kenangan tentang Roh Kebenaran, tetapi bukan Roh Kebenaran itu sendiri. Ia bukan pula harapan dari masa depan. Yang bisa diharapkan dari masa depan hanyalah proyeksi pikiran. Roh Kebenaran merupakan realitas sekarang dan bergerak dari saat ke saat.

    Ketika kita bergerak di luar arus dunia dari saat ke saat, maka Roh Kebenaran datang mendekat dan Tubuh Rohani kita akan mampu berkomunikasi denganNya. Pada saat kita sungguh sadar bahwa kita terjebak pada yang serba terbatas, saat itu pula kita menyentuh yang Tak-Terbatas. Pada saat kita sungguh sadar bahwa kita hanya digerakkan oleh yang dikenal, saat itu pula kita mengenal apa yang Tak-Dikenal. Pada saat kita sungguh sadar bahwa kita terpenjara dalam kepalsuan, saat itu pula kita melihat Kesejatian. Pada saat kita sungguh sadar bahwa segala sesuatu hanya sementara, saat itu pula kita menyentuh Keabadian.

    Demikianlah Roh Kebenaran bergerak dari saat ke saat di luar waktu secara baru. “Apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran…” (Yoh 16:13)*

    http://gerejastanna.org/mengenal-roh-kebenaran/

  7. Fondasi Meditasi

    Meditasi kini sudah makin menjadi kebutuhan banyak orang. Tidak peduli latar-belakang agama, kebudayaan, ideology, dan profesi seseorang. Banyak orang haus akan kesehatan, kedamaian dan pembebasan batin. Ritus keagamaan, perayaan seni dan budaya, orientasi ideology dan profesi seseorang tidak mampu menjawab kekosongan ini.

    Meditasi pertama-tama bukanlah teknik tetapi keahlian yang hanya bisa dikuasai kalau dipraktekkan. Ia menghantar orang untuk hidup lebih dalam, yaitu hidup secara penuh dari saat ke saat.
    *
    Untuk bisa hidup secara penuh dari saat ke saat, pertama-tama anda perlu secara sadar memberikan perhatian secara terus-menerus pada Saat Sekarang. Saat Sekarang di sini adalah saat meditasi. Cara yang paling cepat untuk masuk pada Saat Sekarang adalah dengan mengembangkan kehendak dan energi untuk melepas segala sesuatu. Lepaskan seluruh beban masa lampau dan beban masa depan. Lepaskan segala pikiran dan emosi yang menggayut. Lepaskan segala jenis pikiran: baik atau buruk, luhur atau biasa, suci atau profane. Segala beban yang ditinggalkan akan membuat hidup lebih bebas dan ringan. Melepas, itulah fondasi pertama semua meditasi.

    Gunakan energi kesadaran anda. Energi kesadaran anda adalah seperti kaca transparan. Ketika ada pikiran atau emosi yang masuk, sadarilah ada pikiran dan emosi yang masuk. Ketika pikiran dan emosi pergi, sadarilah pikiran dan emosi pergi. Itulah fungsi dari energi kesadaran aktif-reseptif. Lewat kaca kesadaran ini, anda mengetahui secara jernih arus masuk dan keluarnya pikiran dan emosi anda.

    Perhatian yang terus menerus atas pikiran dan emosi anda akan membuat pikiran dan emosi anda berhenti. Menerima apa adanya dan membiarkan pergi apa adanya. Ketika pikiran dan emosi berhenti, anda dibawa masuk pada kesadaran hening yang jernih. Anda bisa mulai menikmati keheningan yang indah.
    *
    Perhatian secara terus-menerus pada Saat Sekarang akan membawa anda masuk pada fondasi yang kedua, yaitu kesadaran-hening pasif-responsif pada Saat Sekarang.

    Kesadaran hening ini bisa dicapai dengan perhatian atas pikiran dan emosi anda apa adanya tanpa reaksi mental. Pikiran atau emosi anda adalah seperti seorang anak bayi yang butuh perhatian. Perlakukan pikiran dan emosi anda seperti anda memperlakukan anak bayi anda. Terimalah pikiran dan emosi anda tanpa memberi komentar atau penilaian. Tidak peduli pikiran atau emosi anda menyenangkan atau tidak menyenangkan. Terimalah apa adanya tanpa komentar batin.

    Anda adalah bagaikan tuan rumah bagi tamu-tamu dan pikiran dan emosi anda adalah tamu-tamu anda. Ketika anda memberikan komentar batin, maka anda sudah terperangkap pada satu pikiran atau satu emosi saja. Akibatnya, ruang gerak anda menjadi terbatas. Anda tidak mempunyai ruang lagi untuk tamu-tamu yang lain. Anda kehilangan kesempatan untuk mengenal apa adanya tamu-tamu yang lain. Seperti seorang tuan rumah yang sepenuhnya sadar akan apa yang sedang berlangsung, anda cukup memberikan salam pada setiap tamu anda tanpa ada satupun yang ketinggalan. Berilah senyum yang terbaik dan jangan berbincang sesingkat apapun.

    Energi kesadaran hening ini bisa ditingkatkan dengan melepaskan diri dari segala reaksi mental. Kalau anda hadir secara sempurna pada setiap peristiwa atau setiap pikiran dan emosi anda, maka anda terbebaskan dari segala komentar atau percakapan batin. Dengan melepaskan diri dari kebiasaan memberikan komentar dan penilaian, anda akan menjadi lebih bebas. Anda akan mengalami beban yang anda panggul bertahun-tahun seumur hidup anda, kini menjadi ringan.

    Metode lain untuk mengembangkan kesadaran-hening pasif-responsive adalah dengan mengenali jeda-antara pikiran atau emosi, jeda-antara reaksi mental. Sadarilah saat-antara ketika pikiran berhenti dan sebelum pikiran yang lain muncul, atau saat-antara ketika reaksi mental berhenti dan sebelum reaksi mental yang lain muncul. Jeda-antara itulah yang disebut dengan keheningan. Semakin panjang jeda-antara, semakin dalam keheningan anda nikmati.
    *
    Setelah melepaskan diri dari pikiran atau emosi masa lampau dan masa depan serta membebaskan diri dari percakapan batin, anda masuk pada keheningan yang dalam. Anda kini siap untuk masuk pada tahap meditasi berikutnya, yaitu meditasi terfokus atau meditasi tak-terfokus, meditasi objek atau meditasi tanpa objek.

    Dalam meditasi objek, anda mengambil focus tunggal sebagai objek kesadaran anda. Focus tunggal ini bisa apa saja: nafas anda, sentuhan angin di kulit, suara, bunga, iman, teks Kitab Suci, dst. Perhatian yang terus-menerus pada focus tunggal ini membuat anda terserap pada objek pilihan anda.

    Dalam meditasi tanpa objek, anda terbuka terhadap berbagai pengalaman yang datang. Anda hanya duduk dengan penuh kesadaran-hening, penuh perhatian- telanjang, bebas dari komentar batin, visualisasi atau interpretasi.

    Energi kesadaran yang digunanakan dalam meditasi objek maupun meditasi tanpa objek akan semakin matang kalau pemeditasi sudah mampu membangun dua fondasi yang pertama secara kuat. Tanpa dua fondasi yang pertama ini, orang akan selalu menghadapi rintangan yang terus akan berulang: a) kelekatan pada pikiran atau emosi masa lampau dan masa depan; b) percakapan batin atau reaksi mental.
    *
    Ketika anda melakukan meditasi objek dengan terlebih dahulu membangun dua fondasi pertama secara solid, maka anda dibawa masuk pada pengalaman penyerapan yang sempurna. Penyerapan yang sempurna kemudian akan membuat anda bersatu dengan segala sesuatu. Ambillah nafas sebagai contoh ilustratif.

    Ketika anda memberikan perhatian sempurna pada nafas anda, maka anda akan bisa menikmati nafas anda secara mendalam. Pada titik tertentu, nafas anda sebagai objek tunggal menghilang; subjek juga menghilang. Nafas anda jadi lenyap. Tidak ada lagi tarikan nafas atau keluaran nafas. Dunia di luar seolah berhenti: nafas, tubuh, pikiran, suara, dst. Yang ada adalah keindahan terus-menerus tiada henti.

    Dalam tradisi timur, nafas bukanlah sekedar udara yang masuk ke dalam tubuh lewat dua lubang hidung. Namun nafas kita adalah nafas kehidupan alam semesta. Lewat nafas, kita masuk pada kesatuan dengan alam semesta yang hidup.

    Dalam tradisi barat, nafas atau angin sering dipakai sebagai simbol Roh Kudus atau Energi Allah. Kita menjadi hidup karena Ia bernafas dalam diri kita. Energi Allah itu menyatukan kita dengan semua orang, seluruh ciptaan dan Allah itu sendiri. Dalam tradisi Kristiani, Roh Pemersatu itu adalah Roh Kristus itu sendiri.

    Kini pada tahap kelima, anda mengalami berhentinya dualitas secara sempurna. Pikiran berhenti. Tidak ada lagi objek-subjek. Diri dilebur dalam kesatuan. Kesadaran-pasif bergerak dengan sendirinya. Anda mengalami pencerahan, pembebasan dan kedamaian yang intense. Seluruh pemahaman anda diperbaharui.
    *
    Ketika kembali pada hidup harian, anda membawa kesadaran meditative yang baru. Kebiasaan bermeditasi setiap hari membuat energi kesadaran anda lebih tinggi dibanding rata-rata orang lain yang tidak pernah berlatih meditasi. Dalam meditasi duduk, orang berlatih untuk memberikan perhatian penuh dari saat ke saat. Perhatian yang tak terbagi selama bermeditasi menyiapkan basis yang solid untuk menjalani hidup harian dengan energi ketunggalan. Dengan demikian praktek meditasi harian membantu anda hidup secara penuh pada setiap moment hidup harian anda.

    Meditasi berjalan mempunyai tempat khas sebagai penjembatan dari meditasi duduk ke meditasi hidup harian. Dalam meditasi berjalan, anda berlatih untuk bersatu dengan setiap gerak langkah anda. Anda berlatih untuk menyadari setiap gerak tubuh dan batin apa adanya. Berjalan seperti apa adanya, bebas dari aktifitas berpikir atau perbincangan batin. Tujuan dari langkah anda adalah langkah anda itu sendiri. Kesadaran meditative saat duduk anda bawa saat berjalan; kesadaran meditative saat berjalan kemudian anda bawa saat beraktifitas dalam kesibukan harian.
    *
    Ketika anda memberikan perhatian penuh pada setiap moment 24 jam setiap hari, anda telah masuk pada jantung meditasi kehidupan. Sadar setiap saat memang tidak mudah namun tidak sulit. Yang dibutuhkan hanyalah pembiasaan untuk sadar. Setiap saat anda bisa berlatih sadar bahwa tidak sadar. Latihan ini seperti membuka pintu kesadaran luar untuk masuk pada pintu kesadaran yang lebih dalam.

    Meditasi melatih anda untuk masuk pada pengalaman kesatuan ini. Kalau anda bermeditasi dengan mata tertutup, anda mengalami penyerapan internal yang intense. Sebaliknya, kalau anda bermeditasi dengan mata sedikit terbuka, anda cenderung untuk melebur dengan segala sesuatu.

    Meditasi dengan posisi mata sedikit terbuka punya dua maksud sekaligus: supaya pemeditasi bukan hanya mengalami penyerapan internal tetapi juga peleburan diri dalam kesatuan dengan segala sesuatu. Posisi mata sedikit terbuka memberikan ruang lebih lebar untuk mengembangkan kesadaran meditative di tengah kesibukan harian. Selain mengurangi kecenderungan untuk tertidur dan lembek, juga akan mengurangi halusinasi, visualisasi, dan imaginasi yang menghalangi proses penyerapan dan peleburan diri.*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s